Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts

Sebaik-baik ilmu dan amal adalah sesuatu yang tidak ditampakkan di hadapan manusia


Al Fudhail bin ‘Iyadh

Ibnul Mubarok mengatakan, “Jadilah orang yang suka mengasingkan diri (sehingga amalan mudah tersembunyi, pen), dan janganlah suka dengan popularitas.”

Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.” 
Ibrahim An Nakho’i mengatakan, “Kami tidak suka menampakkan amalan sholih yang seharusnya disembunyikan.”
Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa Abu Hazim berkata, “Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan kejelekanmu.” 

Basyr Al Hafiy mengatakan, “Tidak selayaknya orang-orang semisal kita menampakkan amalan sholih walaupun hanya sebesar dzarroh (semut kecil). Bagaimana lagi dengan amalan yang mudah terserang penyakit riya’?” 

Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak. 
Sebaik-baik ilmu dan amal adalah sesuatu yang tidak ditampakkan di hadapan manusia.”

Bapak Solehudin Wahid


Hidup sebatang kara di tepi jalan dan tinggal menjadi satu dengan tempat iya bekerja, menjadi seorang penambal ban ulung. Bapak Soleh, orang biasa memanggil namanya. Beliau merupakan seorang yang taat beribadat, beliau selalu menghentikan pekerjaan menambal saat mulai terdengar suara azdan untuk  bergegas pergi ke masjid terdekat menjalankan sholat berjamaah. Bahkan suatu ketika beliau pernah menolak untuk menambal ban mobil milik Pak Soeharto sekitar tahun 1996 yang pada saat itu Bapak BJ. Habiebie sedang menjabat sebagai wakil presiden Indonesia, beliau menolaknya karena sedang ingin berangkat sholat subuh di masjid dekat tempat tinggalnya. Bukan atas dasar kesolehannya itu bapak Soleh dipanggil Bapak Soleh, namun karena namanya yang memang Soleh atau lengkapnya Solehudin Wahid.

Bapak Soleh sudah lama ditinggalkan Istrinya, pada zaman reformasi 1998 istri bapak Soleh sakit keras, karena kurangnya biaya untuk berobat akhirnya tak lama setelah Pak Abdulrahman Wahid diangkat menjadi Presiden istri bapak Soleh meninggal. Bapak soleh dan almarhhumah istrinya belum dikaruniai anak sampai saat ini, oleh karena cinta yang besar kepada sang istri Bapak Soleh tetap hidup menyendiri sampai sekarang. Dalam setiap doa yang dipanjatkan, pak Soleh selalu memohon agar sang istri diberi tenpat yang layak disisi Allah SWT dan memohon juga agar kelak seorang penambal ban yang sedang berdoa tersebut bisa diberangkat haji. Pak Soleh pernah menerima wasiat dari istrinya sebelum meninggal, bahwa sebelum bapak Soleh menyusul sang istri, bapak Soleh haruslah telah menjadi seorang haji. Dan bu Soleh juga berpesan agar pekerjaan menambal ban pak Soleh jangan sampai ditinggalkan. Karena alasa itu bapak Soleh tetap tekun sampai 2012 untuk menambal ban dan mengumpulkan uang untuk berhaji.

Pada suatu malam atau tetapnya satu malam setelah kembali terpilihnya Bapak Barack Obama menjadi presiden Amerika periode 2012-2016 di jalan Sudirman kota Jakarta ibukota negara Republik Indonesia. Pak Soleh sedang membereskan alat-alat kerjanya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB, dimana itu adalah waktu yang terlarut malam untuk seorang tambal ban masih membuka bengkelnya, ada seorang pembisnis muda kaya raya terlihat dari Ferarri yang digunakan melintasi bengkel pak Soleh dengan kecepatan tinggi, seolah sedang tergesa-gesa. Bapak Soleh yang sedang asyik menggulung selang kopresor tidak begitu memperhatikan, dia hanya melihat bahwa itu mobil ferarri warna hijau dengan plat B 1234 CD keluaran 2011 dengan tepat duduk yang telah diganti sampulnya dan bemper depan yang sedikit tergores serta memakai velg 19”. Tidak lama setelah mobil tersebut lewat terdengar suara letusan suara rem mobil yang kuat sekitar 25 meter dari tempa pak Soleh berdiri saat itu. Ternyata mobil ferarri tersebut berhenti, pemuda keluar dari mobil dan memeriksa bagian bawah mobil. Ternyata ban mobil tersebut bocor, malangnya lagi ban tersebut bocor kiri-kanan depan-belakang. Melihat situasi daerah yang sepi dan hanya ada pak Soleh, dia secepatnya mendatangi pak Soleh. Dia bertanya dimana bengkel ban jam segini yang paling dekat yang masih buka, tepat disamping kiri tempat pak Soleh berdir teradap plakat yangi tertulis “Tambal Ban” sejajar tinggi dengan pak Soleh. Dengan nada meninggi dia bertanya kepada pak Soleh sekali lagi memotong kata “pak” yang saat itu hendak diucapkan pak Soleh. Bapak Soleh menjawab dengan sabar, bahwa ini bengkel ban satu-satunya yang masih sedikit terbuka di daerah itu. Pemuda itu kemudian meminta untuk pak Soleh segera membatunya mengambil mobil itu untuk segera ditambal dan pemuda itu hanya memberi waktu 55 menit kepada pak Soleh untuk menambal mobilnya..

25 meter dari bengkel pak  Soleh. Pebisnis muda dan pak Soleh membawa mobil tersebut ke bengkel. Bapak Soleh yang tidak bisa mengendarai mobil berada di tempat duduk kemudi untuk mengarahkan mobil tersebut ke bengkel. Pemuda tadi yang dengan otot ala kadarnya mendorong mobil sesuai perintah pak Soleh. Setelah 30 menit kemudian mobil tersebut telah sampai ke bengkel dan siap di tambal. Tanpa pikir panjang pak Soleh yang memang ahli menambal terbukti dari tahun 1960 saat umurnya masih 10 tahun beliau sudah ikut bapaknnya menambal ban sepeda yang digunakan para pahlawan kemerdekaan yang masih hidup kala itu segera mencopot semua ban yang bocor dan segera menambalnya. 15 menit sejak waktu itu, ban mobil tersebut telah selesai ditambal dan telah terpasang di mobil ferarri tersebut.

Pebisnis muda kemudian membayar pak Soleh dengan uang Rp100.000, pak Soleh segera masuk kedalam bengkel untuk mencari kembalian, tiba-tiba 5 menit setelahnya pak Soleh kemudian bilang bahwa beliau tidak memiliki uang kembalian. Pebisnis muda tersebut kelihatannya kesal kepada pak Soleh kemudian ia berkata:
Gimana bapak ini katanya tukang ban yang profesional, masak kembalian segitu aja nggak ada! Bapak ini sudah buat saya menunggu, waktu saya udah habis ini! Jadi habis berapa ini?”
Bapak Soleh kemudian menjawab yang intinya pemuda tadi suruh membawa dulu uang itu, dan masalah bayaran besok andai pemuda itu lewat lagi. Serta bilang bahwa cuma Rp20.000 ongkos tambalnya. Kemudian Pemuda tersebut pergi segera kembali dengan kecepatan sebuah mobil Ferarri.

Dua minggu setelah kejadian itu,  bapak Soleh yang sedang membaca koran dibengkelnya sambil menunggu orang yang ingin menambal ban didatangi seorang pemuda. Pak Soleh lupa bahwa pemuda tersebut adalah orang yang menambal ban mobil yang keempat-empatnya bocor di malam  hari, dua minggu yang lalu. Setelah beberapa saat berbincang akhirnya pak Soleh ingat dengan pemuda ferarri tersebut.

Tidak lama setelahnya pemuda ferarri membayar hutangnya kepada pak Soleh, karena Pemuda Ferarri tersebut seorang yang profesional maka uang pas Rp.20.000 ia bayarkan ke pak Soleh. Bapak Soleh menolak uang tersebut atas dasar ia telah ikhlas dengan uang tersebut. Melilhat keikhlasan pak Soleh hati Pemuda Ferarri pun terhenyut.

Setelah itu mereka berbincang-bincang kembali.

Sampai akhirnya si pemuda menanyakan keinginan yang paling diimpikan pak Soleh. Bapak Soleh yang soleh dan jujur menjawab pertanyaan tersebut malu-malu kucing dan menyebutkan bahwa dia punya mimpi sebelum meninggal dia ingin naik haji seperti amanat istrinya dahulu. Hari ini pemuda tersebut terllihat berbeda dengan waktu malam itu, dia berubah bak power ranger menjadi orang yang ramah dan murah senyum. Setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulut pak Soleh si Pemuda Ferarri berkata : “bapak tahun besok akan naik haji, saya yang akan biayai keberangkatan bapak haji, karena kebetulan saya juga ada rencana tahun depan naik haji”

Karena terdengar tidak meyakinkan, pak Soleh hanya tersenyum dan bilang :’’terimakasih pak, bapak bisa saja  buat hati saya seneng.”

Pemuda: “pak ini bener, saya akan berangkatkan bapak haji tahun depan bareng saya”

‘’Ciyus pak? Enelan? Bapak nggak boong? Miapah? Kenapa pak?’’  sahut pak Soleh alay, mengeluarkan kalimat yang sedang digandrungi para anak muda sekarang, karena bahagianya beliau mendengar kabar tersebut.

 “jangan panggil saya bapak pak, panggil nama saya saja, saya Agung pak.. Begini pak sebenarnya malam waktu itu saya sedang dalam perjalanan menemui para klien saya untuk sebuah tender yang lumayan besar, nah karena bantuan bapaklah saya bisa datang kesana tepat waktu dan alhamdulillah memenangkan tender tersebut. Saya juga minta maaf kalo saat itu saya sedikit kasar sama bapak, seandainya malam itu bapak tidak menambal ban mobil saya, saya pasti tidak akan bisa datang tepat waktu dan tidak mungkin kami tidak bisa memenangkan tender itu.” Terang pemuda tersebut tersenyum.

Bapak Soleh : “Alhamdulillahirobilalamin ya Allah”


-----SELESAI----

Bagaimana Kehidupan Anda?



Kita mendapatkan karunia dari cinta, tetapi cinta itu seperti tanaman. Anda tidak bisa hanya sekedar menerimanya, dan menyimpannya, atau hanya berpikir tanaman itu akan tumbuh dengan sendirinya. Anda harus tetap menyiramnya. Anda harus benar-benar memperhatikannya dan memeliharanya.  (John Lennon)

Bagaimana dengan kehidupan anda?
Yang saya maksud adalah anda berbagi cinta dengan dunia anda.

Apakah anda memutuskan untuk berbagi dengan sekitar anda meski keadaan sulit?
Dapatkah anda mengendalikan keegoisan untuk merespon lingkungan anda dengan kasih sayang?
Dengan kata lain, apakah anda hidup berdasarkan cinta?

Saya akan menceritakan sebuah kisah seorang anak muda yang selalu marah dan mengecam semua orang dengan kata-kata yang sangat menyakitkan.
Suatu hari ia pergi kerumah kakeknya. Setelah sampai di rumah kakeknya, pemuda itu diberi tugas untuk membetulkan pagar rumah. Pemuda itu kemudian mengambil peralatan yang diperlukan.  Pemuda itu mulai memaku papan-papan pagar itu. Pemuda itu tidak bisa berhenti sampai paku-paku itu masuk di papan yang tebal. Pemuda itu sempat kesal dan memaki kakeknya.
Kemudian neneknya menyuruh pemuda itu merapikan papan-papan yang tidak digunakan. Mulailah pemuda itu menarik keluar paku-paku yang terbenam kuat pada papan-papan yang besar. Tentu saja, itu jauh lebih sulit daripada membenamkan paku-paku itu ke papan.  Ketika pemuda itu telah selesai melaksanakan tugasnya, ia memeluk kakek dan neneknya lalu berkata, "Aku minta maaf karena sering berkata kasar pada kalian, tapi aku ingin tahu apakah permintaan maaf itu seperti menarik keluar salah satu paku itu dan akan selalu meninggalkan lubang di dalamnya?” Kemudian neneknya menjawab, “Melukai perasaan orang dengan kata-katamu ibarat membuat lubang di papan itu, walaupun paku yang kamu benamkan telah ditarik keluar akan tetap meninggalkan lubang pada papan itu”.

Perhatikan keputusan yang anda buat, apakah anda berpikir lebih cepat untuk tidak mengatakan perkataan yang akan menyakiti orang lain, atau anda akan berbicara lebih cepat dari pikiran anda sehingga anda hanya akan menyesali perkataan yang pernah anda ucapkan. Sekali anda mengatakan yang salah maka akan mengakibatkan efek domino di kehidupan anda.

Cerita Tentang Mimpi, Ayam dan Elang



Sumber : Vemale.com
Oleh: Agatha Yunita
Suatu hari, hiduplah seekor elang yang menyimpan telur-telurnya di atas pohon tinggi. Di dalam sarangnya, keempat telur sama-sama menunggu untuk menetas dan menikmati hidup.
Tak disangka, sebuah gempa bumi datang dan menjatuhkan sebutir telur ke bawah. Beruntunglah telur tersebut tidak pecah dan jatuh di semak-semak dekat dengan peternakan ayam. Seekor induk ayam melihat telur tersebut kemudian membawanya pulang.
Merasa iba, tanpa berpikir panjang ia mengeraminya. Merawat dan memberikannya kehangatan, dan